Minggu, 29 Agustus 2010

jelang berakhirnya ramadhan

Ramadhan sebentar lagi akan berakhir, bagi mereka yang merasa terbebani tentu hati menjadi berbunga-bunga karena bisa lebih leluasa berbuat sesuka hati. Namun bagi para pencari kebenaran dan 'ibadurrohman akan merasa sedih yang teramat dimana masih banyak sunnah-sunnah yang belum terlaksana, masih jauh harapan untuk melalukan berbagai ketaatan, sedih akankah berjumpadengan bukan nan suci ini di tahun mendatang.
Bagi para pendidik PAUD KB. Roudhotunnajah moment ini merupakan ladang bagi mereka untuk beramal mendakwahkan ilmu pada peserta didiknya untuk lebih mencintai dan megamalkan syari'at yang bisa dilaksanakan semampu batasan anak-anak usia dini. Berbagai motivasi yang mendorong dan contoh teladan dari para tenaga pendidik dan dorongan orang tua menjadikan anak-anak semakin giat melakukan aktivitas kesehariannya sepanjang bulan romadhon lebih-lebih setelah ditinggalkan olehnya. Sederet harapan tertumpuk pada asa ini untuk terus berjuang mengenalkan sunnah pada anak-anak........semoga semua amal ibadah kita diterima olehNya.............amin

Kamis, 26 Agustus 2010

Sekilas tempat kegiatan PAUD kami

Di gedung inilah para peserta didik KB Roudhotunnajah belajar, kondisinya memeang masih sederhana dan belum menjadi hak milik KB Roudhotunnajah. Bagian luar/teras digunakan sebagai tempat bermain sekaligus belajar bagi kelas kelompok bermain. Dengan menggunakan permainan seadanya dan dari swadaya pengurus sendiri para ustadzah berharap kelas Kelompok Bermain / Play Group ini bisa memunculkan anak-anak yang kreatif, terasah akal dan akhlaknya sebagai bekal untuk menempuh kelas yang selanjutnya baik di tingkat kelas TK maupun sesudahnya.
Bagian dalam digunakan oleh pengurus untuk proses belajar mengajar kelas TK dimana yang belajar disini antar usia 4 s/d 6 tahun. Berbagai sara Alat Permainan Edukatif yang mendukung serta terjangkau berusaha untuk disediakan, mulai dari huruf gabus, puzzle, peralatan mewarnai, menulis dan sebagainya. Selepas dari kelasa ini diharapkan anak bisa hafal juz 30 dan membaca baik arab maupun latin dengan benar dan lancar. Selain tentunya didikan akhlak dan aqidah yang senantiasa ditanamkan dapat dipraktekan dalam kehidupan keseharian mereka baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Lingkungan masyarakat sekitar PAUD Roudhotunnajah sangat ikut andil dalam mengembangkan majunya PAUD ini. Berkat iklan dari mulut ke mulut maka nama KB Roudhotunnajah menjadi dikenal masyarakt sekitar, meskipun sebagian mereka kurang antusias untuk memasukkan anaknya karena beberapa faktor seperti saran bermain yang kurang lengkap dan tempat yang kurang luas. Namun dibalik seluruh kekurangan itu kami para pengurus bertekad kuat untuk dapat memajukan PAUD ini salah satunya dengan berusaha cerdas dan keras agar peserta didik dapat memenuhi target yang diharapkan. Semoga Alloh mempermudah jalan dakwah ini amin.

Senin, 16 Agustus 2010

Mengatasi batuk pilek pada anak

Alhamdulillah banyak manfaatnya ikutan milis tentang dunia anak, jadi banyak info yang didapat terutama untuk kesehatan anak-anak tercinta.

Aku share deh disini, supaya bermanfaat buat yg membacanya juga..

PILEK

Penyebabnya infeksi virus. Umumnya berlangsung selama 5 hari (3 – 14 hari rentangnya) tergantung daya tahan tubuh dan tergantung ada tidaknya penderita flu di rumah atau di sekolah. Jika bai dan anak memiliki saudara kandung yang lebih besar dan sudah bersekolah, maka ia sangat potensial sering mengalami colds & flu.

Tidak ada obat untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Daya tahan tubuh anak terhadap infeksi virus flu akan meningkat sejalan dengan waktu

Tatalaksana:

v Yang paling dibutuhkan adalah cairan, sering minum meski sedikit2.

v Supaya ”ingus” tidak kental dan menyumbat jalan nafas, berikan air garam steril sebagai tetes hidung. Air garam steril ini tidak akan menimbulkan efek samping. Menghirup uap air panas juga banyak membantu saat mengalami colds & flu.

v Apabila pada malam hari tiak dapat tidur karena hidung tersumbat, beri tetes hidung untuk menghilangkan pembengkakan di dalam hidung (Breathy).

v Humid environment, jangan kering seperti dalam ruangan berAC. Kalau perlu, taruh satu ember berisi air mendidih setelah anak tidur.

v Paracetamol – bila bayi/anak uncomfortable atau high fever (>38.5)

v Di lain pihak, kita sering mengacaukan alergi dengan flu. Pada alergi yg mengenai hidung, anak juga akan ”meler” tetapi anak tidak demam, tetap aktif bermain. Bukan berarti juga anak menderita infeksi virus flu.

Pencegahan:

v Sering cuci tangan

v Hindari kontak erat dengan penderita flu

v Jaga kebersihan rumah seperti di kamar mandi, dapur, dsb.

Kapan menghubungi dokter?

v Persistent cough, fever > 72 hours

v Sesak nafas, kuku dan bibir tampak biru

v Luar biasa rewel, atau luar biasa mengantuk (sangat sulit dibangunkan)

Ingat: Tidak ada obat pilek yang efektif untuk bayi dan anak.

RADANG TENGGOROKAN

v Umumnya disebabkan oleh infeksi virus. ARTINYA: akan sembuh sendiri – self limiting; dan samasekali tidak memerlukan antibiotik.

v Hanya sekitar 15% saja yg infeksinya disebabkan oleh kuman Streptococcus dan umumnya menyerang anak usia 4 – 7 tahun. Dengan catatan, diagnosisnya harus berdasarkan biakan usap tenggorokan.

Tatalaksana

1. Banyak minum; minuman yg hangat akan memberikan rasa nyaman di tenggorokan.
2. Untuk anak yg lebih besar, bisa diajarkan untuk kumur2 atau mengisap lozenges.
3. Kalau panas atau kesakitan, berikan paracetamol (seperti panadol atau tempra).
4. Kalau hidung tersumbat, dapat diberikan tetes hidung NaCl dan menghirup uap panas. Kalau anak sangat terganggu, dapat diberikan Nasal decongestant.

BATUK

Jika kita membaca literaratur kedokteran, sering diungkapkan bahwa batuk merupakan suatu mekanisme tubuh untuk mengeluarkan sesuatu yang mengganggu saluran nafas kita, seperti dahak, riak, benda asing (kacang, dsb). Batuk sebagai anugerah terindah dari Tuhan sering disikapi dengan tidak bijak oleh mereka yang tidak memahaminya.

Andaikan kita perhatikan sejenak para pada penderita stroke misalnya. Karena adanya gangguan dalam otak, refleks batuknya terganggu. Akibatnya dahak menumpuk di paru2 dan ybs umumnya mengalami pneumonia. Hingga berefek fatal kematian pada penderita tsb.

Batuk bukanlah momok. Melalui batuk, kita tetap dapat bernafas, karena lendir yang mengganggu saluran nafas akan dikeluarkan saat batuk. Dengan batuk, kita terhindari dari bahaya tersedak benda asing yang masuk ke saluran nafas kita.

Yang terpenting yang harus kita lakukan adalah mencari tahu apa penyebab batuk. Infeksi kah atau bukan infeksi.

Pada anak, batuk umumnya disebabkan oleh infeksi virus atau oleh alergi.

Batuk akibat infeksi virus flu misalnya bisa berlangsung sd 2 minggu. Bahkan lebih lama lagi bila anak kita sensitif atau alergi, atau bila di rumah ada anak lain yang lebih besar yang juga sedang sakit. Batuk karena alergi juga bisa berlangsung lama atau hilang timbul selama pencetus alerginya tidak diatasi. Alergi yang dimaksud bisa dalam bentuk alergi hidung (Allergic rhinitis), asma, alergi suatu zat dari lingkungan. Penyebab lainnya adalah sinusitis, reflux, pneumonia.

Tatalaksana :

M Cari PENYEBAB batuk.

Jika batuk disebabkan oleh produksi dahak yang berlebihan, maka upaya yang perlu dilakukan adalah mengurangi produksi lendir. Melalui cara :

v Minum banyak yang hangat misalnya lemon

v Jangan ada asap rokok

v Rangan jangan kering (Moist air - kamar mandi - buka keran air panas biarkan beberapa lama sehingga ruangan, atau taruh satu ember air panas mendidih, atau pasang humidifier)

v Agar anak lebih nyaman, tidurkan dengan bantal agak tinggi

v NO – ANTIBIOTICS. Ingat ! Kebanyakan batuk tidak memerlukan antibiotik

v NO cough suppressant. Jangan mengkonsumsi obat penekan refleks batuk (seperti DMP). Anehnya, anak kita sering mendapatkan obat racikan / puyer yang salah satu kandungannya codein (sejenis narkotika) yang tidak diketahui manfaatnya.

Pada dasarnya, TIDAK ADA yang namanya obat batuk itu.
Juga tidak ada obat pencair dahak.

Ringkasan Penjelasan PAUD

Taman Kanak-kanak

Taman Kanak-kanak (disingkat TK) jenjang pendidikan anak usia dini (yakni usia 6 tahun atau di bawahnya) dalam bentuk pendidikan formal. Kurikulum TK ditekankan pada pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.

Lama masa belajar seorang murid di TK biasanya tergantung pada tingkat kecerdasannya yang dinilai dari rapor per semester. Secara umum untuk lulus dari tingkat program di TK selama 2 (dua) tahun, yaitu:

* TK 0 (nol) Kecil (TK kecil) selama 1 (satu) tahun

* TK 0 (nol) Besar (TK besar) selama 1 (satu) tahun

Umur rata-rata minimal kanak-kanak mula dapat belajar di sebuah Taman Kanak-kanak berkisar 4-5 tahun sedangkan umur rata-rata untuk lulus dari TK berkisar 6-7 tahun. Setelah lulus dari TK, atau pendidikan formal dan pendidikan nonformal lainnya yang sederajat, murid kemudian melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi diatasnya yaitu Sekolah Dasar atau yang sederajat.

 Pembelajaran di TK

Di TK, kanak-kanak diberi kesempatan belajar dan kurikulum pembelajaran yang sesuai dengan usia tiap tingkatannya. Siswa diajarkan mengenai hal ihwal berikut ini:

* Agama

* Budi bahasa

* Berhitung

* Membaca (lebih tepatnya mengenal aksara dan ejaan)

* Bernyanyi

* Bersosialisasi dalam lingkungan keluarga dan teman-teman sepermainannya

* Berbagai macam keterampilan lainnya.

Tujuannya yaitu meningkatkan daya cipta kanak-kanak dan memacunya untuk belajar mengenal bermacam-macam ilmu pengetahuan melalui pendekatan nilai budi bahasa, agama, sosial, emosional, fisik/motorik, kognitif, bahasa, seni, dan kemandirian. Semua dirancang sebagai upaya menumbuhkembangkan daya pikir dan peranan anak kecil dalam kehidupannya. Semua kegiatan belajar ini dikemas dalam model belajar sambil bermain.


Raudatul athfal

Raudatul athfal (disingkat RA) merupakan jenjang pendidikan anak usia dini (yakni usia 6 tahun atau di bawahnya) dalam bentuk pendidikan formal, di bawah pengelolaan Departemen Agama

RA setara dengan taman kanak-kanak (TK), dimana kurikulumnya ditekankan pada pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.


Kelompok bermain

Kelompok bermain (bahasa Inggris: playgroup) merupakan satuan pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan non formal yang menyelenggarakan pendidikan bagi anak usia di bawah lima tahun. Kelompok bermain umumnya beroperasi sampai siang hari saja, dan memiliki staf suster anak atau sukarelawan. Kelompok bermain dipercaya dapat memberikan stimulasi yang baik untuk mengembangkan intelegensi, kemampuan sosial, dan kematangan motorik anak.


Tempat Penitipan Anak
adalah sarana pengasuhan anak dalam kelompok, biasanya dilaksanakan pada saat jam kerja. daycare merupakan upaya yang terorganisasi untuk mengasuh anak-anak di luar rumah mereka selama beberapa jam dalam satu hari bilamana asuhan orang tua kurang dapat dilaksanakan secara lengkap. dalam hal ini, pengertian daycare hanya sebagai pelengkap terhadap asuhan orang tua dan bukan sebgai pengganti asuhan orangtua (Perserikatan Bangsa-bangsa, 1990).

Pada kenyataannya dari lapangan ada beberapa alasan daripada ibu yang menyerahkan anaknya kepada TPA, antara lain:
* Kebutuhan untuk melepaskan diri sejenak dari tanggung jawab dalam hal mengasuh anak secara rutin.
* Keinginan untuk menyediakan kesempatan bagi anak untuk berinteraksi dengan teman seusianya dan tokoh pengasuh lain.
* Agar anak mendapat stimulasi kognitif secara baik.
* Agar anak mendapat pengasuhan pengganti sementara ibu bekerja.
Menurut Newman & Newman (1975) Keuntungan TPA, adalah:
* Lingkungan lebih memberikan rangsangan terhadap panca indera.
* Anak-anak akan memiliki ruang bermain (baik di dalam maupun diluar ruang) yang relatif lebih luas bila dibandingkan ruang mereka sendiri.
* Anak-anak lebih memiliki kesempatan berinteraksi atau berhubungan dengan teman sebaya yang akan membantu perkembangan kerja sama dan ketrampilan berbahasa.
* Para orang tua dari anak-anak mempunyai kesempatan saling berinteraksi dengan staf TPA yang memungkinkan terjadi peningkatan ketrampilan dan pengetahuan dan tata cara pengasuhan anak.
* Anak akan mendapat pengawasan dari pengasuh yang bertugas.
* Pengasuh adalah orang dewasa yang sudah terlatih.
* Tersedianya beragam peralatan rumah tangga, alat permainan, program pendidikan dan pengasuh serta kegiatan yang terencana.
* Tersedianya komponen pendidikan seperti anak belajar mandiri, berteman dan mendapat kesempatan mempelajari berbagai ketrampilan.

Adapun Papousek (1970) dan Newman & Newman (1975) mengemukakan bahwa kelemahan TPA adalah sebagai berikut:
* Pengasuhan yang rutin di TPA kurang bervariasi dan sifatnya kurang memperhatikan pemenuhan kebutuhan masing-masing anak secara pribadi karena pengasuh kurang memiliki waktu yang cukup.
* Anak-anak ternyata seringkali kurang memperoleh kesempatan untuk mandiri atau berpisah dari kelompok.
* Sosialisasi lebih mengarah pada kepatuhan daripada otonomi
* Para orang tua cenderung melepaskan tanggung jawab mereka sebagai pengasuh kepada TPA.
* Kurang diperhatikan kebutuhan anak secara individual.
* Berganti-gantinya pengasuh yang seringkali menimbulkan kesulitan pada anak untuk menyesuaikan diri dengan pengasuh.
* Anak mudah tertular penyakit dari orang lain.


Satuan PAUD Sejenis

Satuan PAUD Sejenis selanjutnya disebut SPS atau sebutan lain yang sejenis adalah salah satu bentuk satuan PAUD pada jalur pendidikan nonformal yang menyelenggarakan program pendidikan dan pengasuhan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia 6 (enam) tahun yang penyelenggaraannya terintegrasi dengan berbagai layanan di luar TPA dan KB seperti antara lain:

1. Pos Pendidikan Anak Usia Dini yang selanjutnya di sebut Pos PAUD atau sebutan lain yang sederajat adalah salah satu bentuk satuan PAUD pada jalur pendidikan nonformal yang menyelenggarakan program pendidikan dan pengasuhan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia 6 (enam) tahun yang penyelenggaraannya dapat diintegrasikan dengan program Bina Keluarga Balita (BKB) dan/atau POS Pelayanan Terpadu (Posyandu)

2. Taman Asuh Anak Muslim yang selanjutnya di sebut TAAM atau sebutan lain yang sederajat adalah salah satu bentuk satuan PAUD pada jalur pendidikan nonformal yang menyelenggarakan program pendidikan dengan kekhasanan agama Islam bagi anak usia 2 (dua) tahun sampai dengan usia 6 (enam) tahun.

3. Pendidikan Anak Usia Dini Pembinaan Anak Kristen yagn selanjutnya disebut PAUD-PK adalah salah satu bentuk satuan PAUD pada jalur pendidikan nonformal yang menyelenggarakan program pendidikan dengan kekhasan agama Kristen bagi anak usia 2 (dua) tahun sampai dengan usia 6 (enam) tahun.

4. Pendidikan Anak Usia Dini Bina Iman Anak yang selanjutnya disebut PAUD-BIA adalah salah satu bentuk satuan PAUD pada jalur pendidikan nonformal yang menyelenggarakan program pendidikan dengan kekhasan agama Katholik bagi anak usia 2 (dua) tahun sampai dengan usia 6 (enam) tahun.

Sumber : http://paud.depdiknas.go.id/index.php/tentang-kami/program/sps.html

BKB, atau bina keluarga balita

BKB, atau bina keluarga balita, merupakan sebuah program dari pemerintah dalam rangka pembinaan keluarga untuk mewujudkan tumbuh kembang balita secara optimal. Anda jangan kecele, BKB ini tidak sama dengan PAUD(Pendidikan anak usia dini) ataupun TPA karena sasaran dari BKB ini adalah keluarga/orangtua yang memiliki anak balita 0-5 tahun.

Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kesadaran, dan sikap orang tua serta anggota keluarga untuk mempersiapkan pendidikan anak usia nol (0) sampai dengan bawah lima tahun, dalam rangka menumbuhkembangkan kecerdasan balita.








kelancaran pendidikan

        KB. Roudhotunnajah sebagai salah satu lembaga PAUD di wilayah kabupaten Pemalang berusaha untuk swadana dalam proses pengajarannya, sebagai langkah awal seluruh pembiayaan di tanggung bersama oleh wali murid dan pengurus segala kekurangan yang ada menjadi tanggung jawab bersama. Namun dalam meniti jalan panjang pendidikan untuk anak usia dini ini yang membutuhkan kekonsistenan dan keistiqomahan agar masing masing dapat bekerja dan mengoptimalkan kemampuan serta potensi masing-masing pihak. oleh karena itulah agar pendidik bisa fokus pada pengajarannya dan orang tua murid juga dapat konsentrasi menngontrol anak-anaknnya maka harus tersedia pendanaan yangn memadai.


        Untuk memfasilitasi para muhsinin yang menghendaki penyaluran dananya pada sektor pendidikan khususnya pendidikan untuk anak usia dini maka kami membuka peluang seluas-luasnya baik secara individu maupun terstruktur. Dana tersebut dapat disalurkan langsung ke pengurus atau para tenaga pengajarnya melalui 085642627273 atau bagi yang memiliki waktu luang serta banyak kolega silahkan mendownload proposalnya disini untuk disebarluaskan dengan amanah. barokallahu fii kum....

Penamabhan Tenaga Pendidik

      Kegiatan belajar di bulan ramadhan 1431H ini merupakan pengalaman pertama bagi KB. Roudhotunnajah, dengan semangat ibadah yang dijanjikan berlipatganda pahalanya maka ada beberapa tamabahan tenaga pengajar dari berbagai latar belakang pendidikan baik umum maupun diniyyah, penambahan tersebut menambah semangat para tenaga pengajar dan pengurus lainnya untuk lebih giat dan istiqomah menyampaikan sunnah dalam pengajarannya kepada peserta didik.
Alahamdulillah seiring berjalannya waktu dukungan moril dan materiil pun kian bertambah, do'a dan perhatian teruntai untuk PAUD kita ini.
Adapun tenaga pengajar dan pengurus KB. Roudhotunnajah secara keseluruhan sebagai berikut :
1.Penasehat             : Ummu Azki
2.Kepala KB           : Ummu Khunaisa’
3.Wakil Kepala KB : Ummu Faqih
4.Sekretaris             : Ummu Nahla
5.Bendahara            : Tries Octavia Utami
6.Pendidik               : 1. Ummu Khunaisa’
                                 2. Ummu Faqih
                                 3. Ummu Maryam
                                 4. Ummu Faizah
                                 5. Ummu Husein
                                 6. Ummu Nahla
                                 7. Tries Octavia Utami

Para pendidik sangat berharap agar para wali murid dapat bekerja sama dalam menyelenggarakan pendidikan anak-anaknya baik selama di sekolah maupun di rumah. dukungan orang tua kepada murid berupa semangat dan keteraturan administrasi serta rutinnya memuroja'ah materi yang telah disampaikan akan sangat membantu keberhasilan anak serta target PAUD ini.

Obat yang Seharusnya Tidak Diberikan pada Bayi dan Anak-anak

Bayi dan anak-anak lebih banyak menghadapi risiko tinggi terhadap reaksi obat, sehingga memberikan obat baik melalui resep maupun obat-obatan bebas pada bayi adalah suatu hal yang harus disikapi dengan serius. (Bahkan, hingga bayi Anda menginjak usia 6 bulan, lakukan konsultasi pada dokter sebelum Anda memberikan obat-obatan apapun, selain asetaminofen dengan dosis khusus untuk bayi, yang boleh diberikan begitu bayi Anda berusia lebih dari tiga bulan.
Berikut ini adalah 7 jenis obat-obatan yang tidak boleh diberikan pada bayi dan anak-anak:
Aspirin

Jangan pernah memberikan aspirin atau obat-obatan lain yang mengandung aspirin pada bayi anda. Aspirin dapat membuat bayi rawan terkena Reye’s syndrome – sebuah sindroma yang jarang terjadi namun dapat menyebabkan terjadinya penyakit yang fatal. Jangan menganggap bahwa obat-obatan untuk anak-anak yang Anda temukan di apotek sudah bebas dari aspirin. Aspirin seringkali juga di sebut sebagai “salisilat” atau “acetylsalicylic acid.” Bacalah label obat dengan baik, dan ajukan pertanyaan pada dokter atau apoteker bila Anda tidak yakin apakah suatu produk bebas dari kandungan aspirin.
Obat Anti Mual

Jangan pernah memberikan obat anti mual (baik yang diresepkan maupun yang dijual secara bebas) pada bayi Anda kecuali dokter memberikan rekomendasi secara khusus. Kebanyakan gejala mual dan muntah pada anak tidak berlangsung lama, pada anak-anak dan bayi gejalan tersebut dapat ditangani tanpa obat-obatan tertentu. Sebagai tambahan, obat anti mual juga memiliki risijo dan dapat menyebabkan terjadinya komplikasi. (Bila bayi Anda muntah-muntah dan mulai mengalami dehidrasi, segera hubungi dokter Anda untuk minta nasihat apa yang harus Anda lakukan.)
Obat-obatan untuk Orang Dewasa